LAPORAN
MINGGUAN
PRAKTIKUM
FISIOLOGI DAN TEKNOLOGI PASCA PANEN
ACARA
I Mengetahui Dan Mengenali Karakteristik Khusus Beragam Produk Hortikultura dan
Palawija
OLEH
NAMA : IRADAT
NIM :
C1M014086
KLP :
7
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MATARAM
2017
HALAMAN PENGESAHAN
Praktikum
ini disusun dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti praktikum
selanjutnya.
Mataram,
27 Maret 2017
Mengetahui,
Assisten
Praktikum, Praktikan,
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Komoditas
hortikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup penting dalam
pembangunan pertanian di Indonesia. Kemanfaatan komoditas hortikultura sebagai
bahan pangan, ditunjukkan oleh kandungan nutrisi yang berguna sebagai
sumber-sumber energi, vitamin, mineral dan serat alami. Sesuai dengan sifat produk hortikultura yang unik, pasar atau
perdagangan hortikultura menjadi area kegiatan yang perlu mendapatkan perhatian
yang memadai.
Produk
hortikultura yang menjadi unggulan di Indonesia terdiri dari berbagai macam
jenis produk yaitu mulai dari buah, sayuran, dan biji-bijian atau polong dan lain-lain.
Produk-produk tersebut memiliki sifat dan karaktersistik yang berbeda-beda
berdasarkan jenisnya, ada yang memiliki kandungan air tinggi dan ada yang
memiliki kandungan air rendah. Hal ini berkaitan dengan ketahanan produk yang
dapat mempengaruhi mutu produk terutama saat dipasarkan, sehingga diperlukan teknologi penanganan pascapanen untuk
mempertahankan kualitas dan kuantitas produk serta untuk memperpanjang umur
produk.
Penanganan
pascapanen yang kurang tepat akan menyebabkan penurunan kualitas produk seperti
kerusakan, layu, dan busuk, serta dari segi kuantitas yaitu terjadinya
penyusutan bobot produk selama disimpan, dimana hal ini akan menyebabkan harga
jual produk menjadi rendah. Oleh karena itu, pentingya dilakukan praktikum ini
untuk mengetahui karakteristik khusus setiap komoditas produk hubungannya
dengan umur simpan produk pascapanen.
B.
Tujuan
Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah
sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui dan
mengenali karakteristik khusus dari setiap komoditi yang berhubugan dengan
umur simpan pascapanen (akar, batang,
daun, bunga, buah, umbi, stolon, rhioma, polong/biji, dan lain-lain).
2.
Untuk mengetahui dan
membandingkan teknik penyimpanan pascapanen (perlakuan suhu, kemasan/wadah,
pelapisan/coating, dan lain-lain) setiap karakteristik komoditi hortikultura di
pasar tradisional dan modern.
3.
Untuk mengidentifikasi
satu jenis tanaman hortikultura dan menjelaskan mengenai asal, botani, produsen
dan konsumen utamanya.
METODOLOGI PRAKTIKUM
A.
Waktu
dan
Tempat
Praktikum
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Maret 2017 pukul 11.00-12.00 WITA di
laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
B.
Alat
dan Bahan Praktikum
Alat-alat
yang digunakan dalam praktikum ini adalah kamera dan alat tulis menulis.
Sedangkan bahan yang digunakan berupa beranekaragam jenis tanaman hortikultura
yaitu komoditas buah seperti serikaya, strawberry, plum, apel, jeruk, pisang,
dan nanas, komoditas sayuran seperti kembang kol, brokoli, kangkung, sawi, dan
seledri, serta polong/biji-bijian seperti jagung, beras, kacang hijau dan kacag
tanah.
C.
Pelaksanaan
Praktikum
Langkah-langkah
yang dilakukan dalam melaksanakan praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Ditentukan
beberapa contoh tanaman yang merupakan organ khusus akar, daun, modifikasi
batang, struktur reproduksi, dan polong/biji-bijian.
2. Diamati
contoh tanaman tersebut kemudian diidentifikasi sesuai dengan karakteristiknya
masing-masing.
3. Difoto
masing-masing tanaman tersebut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
pengamatan
1. Karakteristik
Khusus Beragam Produk Hotikultura dan Palawija
Tabel 1. Organ
Khusus “Akar” dan Teknik Penyimpanan Pascapanen
Foto yang diambil di laboratorium
|
Nama komersial
|
Latin binomial
|
Organ type
|
Skin type
|
Packaging
|
Teknik penyimpanan
secara umum
|
|
temperature
|
Relative humidity
|
||||||
![]() |
Lobak
|
Ravantus
sativus
|
Akar utama
|
halus
|
Dikemas dalam plastik
|
4oC
|
90-95%
|
![]() |
Lengkuas
|
Alpinia
galanga
|
Rhizoma
|
Kasar
|
Dibungkus dengan
kertas dan plastik
|
25-27oC
|
60%
|
Tabel 3. Organ Khusus “Daun” dan
Teknik Penyimpanan Pascapanen
Foto yang diambil
di laboratorium
|
Nama komersial
|
Latin binomial
|
Organ type
|
Skin type
|
Packaging
|
Teknik penyimpanan
secara umum
|
|
temperature
|
Relative humidity
|
||||||
![]() |
Kangkung
|
Ipomea
aquatica
|
Daun utama
|
Kasar
|
Tidak dibungkus
|
13-14oC
|
85-90%
|
![]() |
Sawi
|
Brassica
juncea
|
petiole
|
Halus
|
Tidak dibungkus
|
13-14oC
|
85-90%
|
![]() |
seledri
|
Apium
graveolous
|
petiole
|
Halus
|
Tidak dibungkus
|
13-14oC
|
85-90%
|
Tabel 4. Organ Khusus “Modifikasi
Batang” dan Teknik Penyimpanan Pascapanen
Foto yang diambil
di laboratorium
|
Nama komersial
|
Latin binomial
|
Organ type
|
Skin type
|
Packaging
|
Teknik penyimpanan
secara umum
|
|
temperature
|
Relative humidity
|
||||||
![]() |
Bawang putih
|
Allium
sativum
|
Bulb
|
Kasar
|
Dibungkus dengan
jaring atau keranjang
|
25-27oC
|
60%
|
![]() |
kentang
|
Solanum
tuberosum
|
Tuber
|
kasar
|
Dibungkus dengan
plastik
|
2-4oC
|
90-95%
|
Tabel 5. Organ Khusus “Struktur
Reproduktif” dan Teknik Penyimpanan Pascapanen
Foto yang diambil
di laboratorium
|
Nama komersial
|
Latin binomial
|
Organ type
|
Skin type
|
Packaging
|
Teknik penyimpanan
secara umum
|
|
temperature
|
Relative humidity
|
||||||
![]() |
Kembang kol
|
Brassica
oleraceae var. botrytis
|
Bunga
|
Kasar
|
Dibungkus dengan plastik
|
2-4oC
|
90-95%
|
Brokoli
|
Brassica
oleraceae
|
Bunga
|
Kasar
|
Dibungkus dengan
plastik
|
2-4oC
|
90-95%
|
|
![]() |
Serikaya
|
Annona
squamosa
|
Agregat
|
Kasar
|
Dibungkus dengan
plastik
|
0-9oC
|
90-95%
|
Strowbery
|
Frugaria
virginiana
|
Berry
|
Kasar
|
Dibungkus dengan mika
|
13-14oC
|
85-90%
|
|
![]() |
Plum
|
Prunus
domestica
|
Drupe
|
Halus
|
Dibungkus dengan
plastik
|
0-9oC
|
90-95%
|
![]() |
Apel
|
Malus
domestika Borkh
|
Pome
|
Halus
|
Dibungkus dengan jaring
gabus
|
0-9oC
|
90-95%
|
![]() |
Jeruk
|
Citrus
sp.
|
Hesperidium
|
Halus
|
Disimpan dalam kardus
berventilasi
|
13-14oC
|
85-90%
|
![]() |
Jeruk nipis
|
Citrus
aurantiifolia
|
Hesperidium
|
Halus
|
Disimpan dalam kardus
berventilasi
|
13-14oC
|
85-90%
|
Tabel
7. Organ Khusus “Polong/Biji-bijian” dan Teknik Penyimpanan Pascapanen
Foto yang diambil
di laboratorium
|
Nama komersial
|
Latin binomial
|
Organ type
|
Skin type
|
Packaging
|
Teknik penyimpanan
secara umum
|
|
temperature
|
Relative humidity
|
||||||
![]() |
Kacang hijau
|
Vigna
radiate
|
Polong
|
Halus
|
Dibungkus dengan
plastik
|
30oC
|
50%
|
![]() |
Kacang tanah
|
Arachis
hypogea
|
Polong
|
Halus
|
Dibungkus dengan
plastik
|
30oC
|
50%
|
![]() |
Jagung
|
Zea
mays
|
Biji
|
Halus
|
Dibungkus dengan
karung
|
30oC
|
50%
|
![]() |
Beras
|
Oryza
sativa
|
Biji
|
Halus
|
Dibungkus dengan
karung
|
30oC
|
50%
|
Tabel
8. Organ Khusus “di luar semua kaegori di
atas” dan Teknik Penyimpanan Pascapanen
Foto yang diambil
di laboratorium
|
Nama komersial
|
Latin binomial
|
Organ type
|
Skin type
|
Packaging
|
Teknik penyimpanan
secara umum
|
|
temperature
|
Relative humidity
|
||||||
![]() |
Pisang
|
Musa
paradisiaca
|
Berry
|
Halus
|
Dibungkus dengan styrofoam
|
0-9oC
|
90-95%
|
B.
Pembahasan
Pada praktikum
ini dilakukan pengamatan terhadap karkteristik beragam jenis produk
hortikultura dan palawija yaitu sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Selain
itu, berkaitan dengan teknologi penanganan pascpanen seperti bentuk pengemasan
yang baik, teknik penyimpanannya yang mencakup suhu dan kelembaban yang sesuai
untuk produk-produk tersebut agar tahan lama dan menarik saat dipasarkan
sehingga tidak mengurangi harga jualnya. Produk-produk hortikultura yang
memiliki nilai ekonomi tidak hanya berupa buah dan biji, tetapi juga berasal
dari bagian atau organ-organ tanaman yang lain seperti modifikasi dari akar,
daun, batang, serta organ reproduktif (bunga).
Ada
beberapa jenis produk yang merupakan modifikasi dari akar yaitu lobak dan
lengkuas. Lobak adalah sayuran umbi semusim, salah satu produk hortikultura
yang merupakan modifikasi dari akar utama sebagai tempat untuk meyimpan
cadangan makanannya. Lobak memiliki kulit terluar yang halus, mudah mengalami
kerusakan dan penurunan mutu akibat lecet, layu, keriput,
dan busuk. Karena itu, umur panen, cara panen, dan penanganan pascapanen sangat
menentukan mutu lobak. Selama penyimpanan, lobak dibungkus dengan plastik
karena bisa menyebabkan lobak menjadi layu dan keriput kemudian lama kelamaan
akan busuk jika dibiarkan di tempat terbuka, serta disimpan pada suhu rendah
yaitu 4oC dengan kelembaban 90-95%
Lengkuas (Alpinia galanga)
berasal dari batang dan daun yang mengalami modifikasi di dalam tanah yaitu
membengkak membentuk umbi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan yang
disebut dengan rhizoma.
Kulit/lapisan terluar lengkuas kasar dan agak keras, dibungkus dengan kertas
dan plastik agar tidak terkontaminasi oleh keadaan sekitar, disimpan pada suhu
kamar yaitu 25-27 dengan kelembaban 60%
Kangkung merupakan salah satu bentuk modifikasi daun yaitu daun
utama dimana pada satu pelepah terdapat satu daun serta dapat dipanen pucuknya saja
karena bisa membentuk tunas baru lagi. Kangkung dapat dibiarkan di tempat
terbuka tetapi sejuk dan jauh dari sinar matahari yaitu pada suhu 13-14oC
dengan kelembaban 85-90% agar tetap segar dan umur penyimpanannya panjang.
Sawi (Brassica juncea)
dan seledri (Apium graveolous) adalah
salah satu bentuk modifikasi dari daun petiole yaitu satu pelepah daun terdiri
dari banyak daun serta dipanen muda beserta akarnya karena tidak dapat
mengahasilkan tanaman baru lagi. Kedua jenis produk tersebut setelah panen
tidak perlu dibungkus/dikemas, tetapi cukup disimpan pada tempat yang sejuk dan
jauh dari sinar matahari dengan suhu sekitar 13-14oC dan kelembaban
85-90% untuk menjaga kesegarannya.
Bawang putih (Allium
sativum) adalah sejenis umbi yang terbentuk dari tumpukan pangkal daun yang
tersusun rapat dalam roset yang disebut bulb, memiliki lapisan kulit terluar
yang kasar. Teknik penyimpanan pascapanen yaitu dibungkus dengan jaring atau
dimasukkan ke dalam keranjang pada suhu kamar yitu 25-27oC dengan
kelembaban 60% karena produk tersebut lebih tahan di tempat terbuka tetapi agak
sejuk dan jauh dari sinar matahari.
Kentang (Solanum tuberosum)
merupakan struktur modifikasi batang atau umbi yang terbentuk dari batang,
memliki kulit luar yang kasar, harus dikemas dalam plastik agar umurnya simpannya
panjang yaitu pada suhu rendah sekitar 2-4oC dengan kelembaban 80-95%
karena jika tidak, maka akan mengalami kerusakan seperti keriput, susut bobot
atau busuk akibat pengaruh dari faktor lingkungan.
Kembang kol (Brassica
oleraceae var. botrytis) dan brokoli (Brassica
oleraceae) merupakan modifikasi dari struktur reproduktif yaitu bunga.
Produk ini sangat sensitif terhadap lingkungan sehingga harus dikemas dengan plastik
untuk memperpanjang masa simpannya pada suhu rendah yaitu 2-4oC
dengan kelembaban yang tinggi 90-95%.
Serikaya merupakan buah agregat yaitu buah yang terbentuk dari satu
bunga dengan banyak bakal buah, memiliki kulit terluar yang kasar. Teknik
penyimpanan pascapanen yang baik yaitu dapat dibungkus dengan plastik di tempat
yang sejuk/dingin pada suhu 0-9oC dan kelembaban 90-95% karena mudah
rusak atau busuk.
Strawberry (Frugaria
virginiana) merupakan buah berry yaitu buah yang dinding bakal buahnya
menjadi epicarp yang lembut, sedangkan bagian dalam bakal buah menjadi mesocarp
yang sangat lunak dan berair, serta kulit luarnya kasar. Strawberry dapat
dikemas dengan mika dan disimpan pada suhu sekitar 13-14oC dengan
kelembaban 85-90% juga dapat bertahan lama pada suhu kamar.
Plum adalah buah drupe yaitu memiliki lapisan luar tipis, licin
dan mengkilap, bagian tengah tebal, lunak, dan berdaging, serta bagian dalamnya
tebal dengan kulit terluar yang halus. Buah ini disimpan di dalam plastik agar
tetap segar pada suhu 0-9oC dengan kelembaban 90-95% karena mudah
mengalami kerusakan fisik jika dibiarkan di tempat terbuka.
Apel (Malus domestica)adalah
buah yang memiliki kulit dalam tipis tetapi cukup kuat sehingga disebut buah
pome dengan lapisan kulit luar yang terasa halus. Teknik penyimpanan pascapanen
yaitu dengan dibungkus menggunakan jaring gabus (halus) di tempat yang sejuk
pada suhu 0-9oC dengan kelembaban 90-95% karena akan cepat rusak dan
busuk pada suhu kamar.
Jeruk (Citrus sp.) dan
jeruk nipis (Citrus aurantiifolia)
merupakan buah hesperidium karena lapisan luarnya kaku dan berminyak, lapisan
tengah lunak, serta lapisan dalam bersekat-sekat dan terdapat ruangan yang
berair, kulit terluarnya halus. Jeruk dapat disimpan menggunakan keranjang atau
dapat juga dibungkus dengan plastik di tempat yang sejuk pada suhu 13-14oC
dengan kelembaban 85-90% juga dapat bertahan lama pada suhu kamar.
Kacang hijau (Vigna
sinensis) dan kacang tanah (Archis
hypogea) termasuk polong-polongan, memiliki kulit yang halus.
Penyimpanannya dilakukan dengan dibungkus menggunakan plastik agar tetap awet
dan tidak berkecambah pada suhu kamar yaitu 30oC dengan kelembaban
rendah yaitu 50%.
Jagung (Zea
mays) dan beras
(Oryza sativa) merupakan biji-bijian dengan
permukaan kulit yang halus. Kedua jenis biji tersebut disimpan dengan dibungkus
menggunakan karung pada suhu kamar yaitu 30oC dan kelembaban rendah
sekitar 50% agar tetap kering.
Pisang termasuk buah berry yaitu buah yang dinding bakal buahnya
menjadi epicarp yang lembut, sedangkan bagian dalam bakal buah menjadi mesocarp
yang sangat lunak dan berair dengan kulit luar yang halus. Teknik penyimpanan
pascapanen yaitu dengan dibungkus menggunakan styrofoam pada suhu 0-9oC
dan kelembaban 90-95% karena mudah mengalami kerusakan jika disimpan di tempat
terbuka dan suhu kamar.
2. Penentuan Karakteristik Khusus Komoditi Hortikultura
Salak (Zalacca
edulis) merupakan
salah satu komoditas hortikultura yang berasal dari negara Thailand, Malaysia,
dan termasuk juga Indonesia. Tanaman salak berbentuk perdu atau hampir tidak
berbatang, melata serta berduri dan beranak banyak. Batang menjakar di bawah
atau di atas tanah membentuk rimpang dan bercabang. Daun majemuk menyirip, tangkai
daun, pelepah, dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak. Kebanyakan
berumah dua (dioesis), karangan bunga terletak di dalam tongkol majemuk yang
muncul di ketiak daun. Tipe buah yaitu buah batu berbentuk segitiga agak bulat
di ujungnya dan runcing di pangkalnya, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna
cokelat merah mengkilap, dinding buah tengah tebal berdaging, biji berwarna
cokelat hingga kehitaman dan keras.
Penghasil salak utama di Indonesia adalah Kalimantan, akan
tetapi Indonesia juga mengimpor dari China. Konsumen utama salak adalah daerah
perkotaan yaitu. Buah salak memiliki peran aktif sebgai sumber penyedia mineral
dan serat untuk tubuh karena mengandung kalori, protein, karbohidrat, kalsium,
fosfor, zat besi,
vitamin C dan B juga air serta dapat memberikan efek kenyang lebih lama.
Produksi salak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dengan
rata-rata produksi yaitu 2kg per pohon. Indonesia dapat dikatakan sebggai
konsumen utama buah salak karena selain sebagai penghasil sendiri juga
mengimpor dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sebab salak tidak
hanya dimakan dalam bentuk buah tetapi juga diolah menjadi beragam jenis
makanan olahan.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu, antara
lain:
1. Contoh
organ khusus akar adalah lobak (akar utama) dan lengkuas (rhizoma) yang
merupakan modifikasi dari akar, kedua komoditi tersebut memiliki karakteristik
yang berbeda-beda dan teknik penyimpanan pascapanen yang berbeda pula.
2. Organ
khusus daun ada 2 yaitu modifikasi daun utama seperti kangkung, dan petiole
seperti sawi dan seledri. Ketiga jenis komoditi tersebut dapat disimpan pada
tempat yang sejuk dan terhindar darisinar matahari agar tetap segar dan umurnya
panjang.
3. Kembang
kol dan brokoli merupakan organ khusus struktur reproduktif yaitu modifikasi
dari bunga, setelah panen dikemas dalam plastik dan disimpan pada tempat yang
sejuk agar tidak mudah mengalami kerusakan
4. Ada
beberapa jenis buah yang merupakan modifikasi bunga yaitu buah agregat
(serikaya), berry (strawberry), drupe (plum), pome (apel), dan hesperidium
(jeruk).
5. Kacang
hijau dan kacang tanah termasuk jenis polong-polongan, memiliki kulit terluar
yang halus, teknik penyimpanan dengan plastik pada suhu kamar dengan kelembaban
yang rendah.
6. Pisang
merupakan buah berry dengan kuliit terluar yang halus, dapat disimpan pada
tempat yang sejuk menggunakan stayrofoam agar tetap segar dan umurnya panjang.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar